Sangat Gelap

Februari 06, 2019

Sumber : Pixabay.com



Sangat gelap. Tapi tak segelap ketika seluruh kota listriknya padam tanpa cahaya.
Sedangkan sang bulan bersembunyi di balik awan atau memang sedang jadi bulan sabit yang tenggelam oleh lautan awan.

Sangat gelap. Tentu. Hari ini lampu ditempatku sedang tak berfungsi lagi. Karena kumpulan pengganggu yang terus menggodaku. Tagihan listrik yang belum terbayar atau percikan api terbentuk karena kesalahpahaman antar serat - serat kabel dengan air yang menerobos lewat pori - pori tembok berwarna putih.

Sangat gelap. Tentu. Karena kumatikan lampu. Menghemat listrik katanya. Karena jendela kamarku tak tembus pandang oleh matahari yang diwakili oleh pagi hingga sore hari, maka gelap telah terjadi. 

Sangat gelap. Memang sengaja ku tutup sepasang mataku. Demi memimpikan kamu. Tapi ternyata kamu tak ada, ditambah sepasang lenganku bertumpuk menyilang menjadi bantalan di meja kerjaku.

Sangat gelap. Benar - benar gelap. Apalagi semenjak ku tak berani melangkahkan kakiku dihadapanmu. Menarikan seluruh ragaku di hatimu. Menyanyikan isi hatiku di atasmu. Dan berbisik malu untuk menciptakan cerita baru.

Sangat gelap. Lagi - lagi aku merasa gelap. Ketika jiwa dan ragaku tak menyatu. Hatiku terbunuh oleh egoku. Dan nafsuku mencincang habis seluruh kebaikan baik dalam diriku. 

Sangat gelap. Tak cukup mendiskripsikan karena tak ada lampu yang menyala lagi. Tapi karena hati telah tenggelam oleh lautan emosi.

Bumi, 6 Februari 2019
Tenggelam di tengah kegelapan fakta yang membunuh

You Might Also Like

0 comments